Sabtu, 08 Desember 2012

Terjebak di Toilet Sekolah

Sudah pukul 9 malam. Rina belum kembali ke rumah. Ibu, Ayah, dan Kakaknya menunggu di rumah dengan gelisah. Rina yang seharusnya pulang pukul 2 siang, sampai sekarang masih belum pulang.

Sementara itu keadaan Rina .....

"Hiks.. hiks... ibu.. ayah... kakak.... dimana kalian ? hiks.. hiks.... tolong aku..."
"Haduh, ada suara apa ya?" gumam pak Suryo, satpam keliling SMP Permata Bangsa sambil berjalan menuju toilet sekolah.
"Hiks.. hiks..."
Suara tangisan kembali terdengar. Pak Suryo mencoba membuka pintu toilet dengan kunci toilet yang ia bawa. Ditancapkannya kunci ke lubang kunci. Pak Suryo mencoba memutar kunci perlahan ke kanan. Ceklek. Ceklek. Akhirnya pintu berhasil dibuka. Didalamnya terdapat seorang anak perempuan dengan mata yang sembab karena terlalu lama menangis. Pak Suryo memapah anak itu keluar dari toilet.
"Dik, siapa namamu? Kenapa kamu bisa terkunci di toilet?" tanya Pak Suryo sambil menyodorkan sebotol air mineral.
"Saya Rina, pak. Saya terkunci karena Sinta dan Vika, pak. " jawab Rina masih sambil meneguk air mineralnya.

-FLASHBACK-


"Mana PR gue?! Lo udah janji mau bikin PR gue sama Vika kan?" tanya Sinta dengan nada yang sangat keras.
"Ma.. maaf.. aku belum sempat...." kata-kata Rina yang diputus oleh Sinta.
"Kenapa? ha?! Ohh.. jadi lo ngelawan gue sama Vika? oke kalo emang itu mau lo. Vik, mana kuncinya?" kata Sinta sambil menerima kunci toilet yang dipegang oleh Vika.
"Masuk lo kesitu! Cepet !" perintah Sinta. Rina hanya bisa menurut karena memang Sinta dan Vika adalah dua gadis yang dikenal sebagai 'penguasa' sekolah. Karena Sinta dan Vika bersaudara. Mereka adalah anak pemilik SMP Permata Bangsa.


-FLASHBACK OFF-

"Kasihan sekali kamu. Tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanya Pak SUryo yang ikut prihatin atas keadaan Rina. RIna hanya menggeleng. "Bagaimana kalau kamu bapak antar ke rumah mu? Bagaimana?" tawar pak Suryo.
" Yang benar pak?" tanya Rina memastikan. Pak Suryo hanya mengangguk sambil melemparkan senyum. "Oke pak. Saya mau."balas Rina.
"Baiklah. Ayo !"









hm.. mungkin ini bakal ada sequelnya, so wait that readers !

(~o❤‿❤)~o

Tidak ada komentar:

Posting Komentar